Tampilkan postingan dengan label SMP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMP. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Desember 2023

Pembelajaran berdeferensiasi pada mata pelajaran IPA untuk Gen-Z kategori SMP

Oleh: Berti Ernawati
(Guru IPA di SMPN 2 Baki Kab. Sukoharjo- Jawa Tengah)

Edisi: Vol. 4 No. 1 September - Desember 2023

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan yang memperhatikan perbedaan individual dalam proses belajar. Dalam konteks mata pelajaran IPA di SMP, penerapan pembelajaran berdiferensiasi dapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa. Anak SMP saat ini termasuk dalam generasi Z (Gen Z). Generasi ini memiliki karakteristik yang unik dan berbeda dari generasi pendahulunya. Mereka adalah generasi digital native yang sangat kreatif dan inovatif memanfaatkan teknologi digital. Dalam bekerja mereka mampu multitasking yaitu kemampuan dalam melakukan beberapa pekerjaan sekaligus. Sangat terbuka dengan sesuatu yang baru, menghargai kemandirian dan kebebasan serta memiliki ambisi untuk sukses. Dengan keinginantahuannya yang diakselerasikan melalui perangkat digital menjadikan mereka memiliki kepedulian sosial secara global.

Senin, 09 Oktober 2023

Membangun Lingkungan Sekolah Yang Bebas Bullying

Oleh: Sukarti, S. Pd.
(Guru BK SMPN 3 Blora - Jawa Tengah)

Edisi: Vol. 4 No. 1 September - Desember 2023

Komunikasi adalah suatu hal yang tidak bisa dihindari oleh kita semua,terutama di lingkungan sekolah, namun pada kenyataan banyak sekali terjadi salah persepsi antara pemberi pesan dan penerima pesan,sehingga tidak jarang karena hal itu menyebabkan keributan. Dalam hal ini banyak sekali kita jumpai dilingkungan sekolah diantara peserta didik yang sering sekali mengalami pembullyan. utamanya dalam bentuk verbal. Berdasarkan hasil observasi guru BK banyak siswa kelas 8 yang mengalami verbal bullying. Contoh perbuatan verbal bullying yang sering terjadi dilingkungan sekolah adalah memanggil nama temannya dengan sebutan nama orangtua. Pada awalnya pembully menganggap hal itu sebagai bahan candaan namun temannya merasa tidak nyaman,sehingga melaporkan hal tersebut kepada guru BK. Pada dasarnya bullying sering terjadi karena faktor sosial pertemanan yang ada dilingkungan tempat tinggal sehingga kebiasaan tersebut dibawa dilingkungan sekolah. Menariknya lagi pelaku bullying melakukan dengan sengaja mencari nama orangtua temannya lewat surat izin dikelas. Lalu sebenarnya apa itu bullying? Apa saja jenisnya? Apa penyebabnya,dampaknya? Bagaimana cara mencegahnya dan melawan bullying? simak penjelasannya dibawah ini.

Selasa, 26 September 2023

PENGUATAN MOTIVASI PEMBELAJARAN BERBASIS POTENSI DI SMP NEGERI 1 TUNJUNGAN

Oleh : Heri Ismanto, S. Pd.
(Guru BK SMPN 1 Tunjungan Blora - Jawa Tengah)

Edisi: Vol. 4 No.1 September - Desember 2023

Salah satu kunci sukses dalam pembelajaran adalah kuatnya motivasi belajar peserta didik. Motivasi dalam kenyataannya bisa mengalami pasang surut. Kadangkala diperlukan peningkatan motivasi dengan beragam kegiatan. Oleh karena itu, menurut pertimbangan penulis, sebagai pendidik kita harus peka untuk mengetahui pada saat kapan kita memang perlu menambahkan penguatan dalam bentuk berbagai cara yang intinya adalah untuk tetap mempertahankan tingginya motivasi belajar peserta didik. Sebagai guru Bimbingan Konseling di SMPN 1 Tunjungan maka penulis merasa perlu untuk turut memperkaya pilihan-pilihan tindakan dalam proses pembelajaran guna tetap mempertahankan tetap stabilnya motivasi belajar. Pilihan tindakan tersebut tentu saja berbasis keunggulan dan potensi sekolah sebagai variabel dalam mempertahankan motivasi belajar peserta didik. Salah satu potensi tersebut adalah ketersediaan ruang terbuka yang luas, asri, bersih dan nyaman bagi peserta didik sebagai tempat pembelajaran. Apalagi untuk jam-jam pembelajaran setelah istirahat jam ke dua dengan asumsi peserta didik sudah mulai jenuh maka pemanfaatn ruang terbuka yang dimiliki SMPN 1 Tunjungan menjadi sangat strategis untuk dimanfaatkan.

Kamis, 29 Desember 2022

PERLUNYA PEMBELAJARAN BERBASIS PADA MURID

Edisi: Vol. 3 No. 1 September - Desember 2022

Oleh: E. Kustiningsih, S.Pd.
(Guru IPS SMPN 20 Surakarta - Jawa Tengah)

Tokoh pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantara, dalam pandangannya mengungkapkan bahwa Pendidikan bertujuan untuk menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Setiap anak mempunyai dua kodrat, yaitu kodrat alam dan kodrat zaman. Dalam proses pendidikan dan pengajaran, guru harus mampu menyelaraskan dengan dua kodrat yang dimiliki anak agar saat belajar, anak merasa bahagia tanpa ada perasaan tertekan dan tanpa ada kekerasan dalam proses pembelajaran.

Senin, 22 November 2021

TINGKATKAN CRITICAL THINKING DENGAN PROBLEM BASED LEARNING

Oleh: Novi Fatmawati, S. Pd.
(Guru IPA SMP Negeri 2 Surakarta - Jawa Tengah)

Edisi: Vol.2 No.1 September - Desember 2021

Pembelajaran yang berkualitas adalah pembelajaran yang melibatkan seluruh komponen utama proses belajar mengajar, yaitu guru, siswa dan interaksi antara keduanya, serta ditunjang oleh berbagai unsur-unsur pembelajaran, meliputi tujuan pembelajaran, pemilihan materi pelajaran, sarana prasarana yang menunjang, situasi atau kondisi belajar yang kondusif dan lingkungan belajar yang mendukung KBM. Motivasi belajar dapat dioptimalkan melalui peningkatan kualitas pembelajaran. Permasalahan yang terjadi adalah selama ini guru kesulitan menciptakan pembelajaran yang berkualitas, salah satunya pada pembelajaran IPA. Berbagai upaya dilakukan guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mata pelajaran ini. Rendahnya motivasi belajar siswa disebabkan karena penerapan model pembelajaran konvensional dan penggunaan media belajar yang terbatas.

Selasa, 10 Agustus 2021

TINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS AKSARA JAWA DENGAN MAKE MATCH

Oleh: Hafit Sari Redjeki, S. Pd.
Guru Bahasa Jawa SMP Negeri 2 Surakarta

Edisi: Vol.1 No.3 Mei - Agustus 2021

Keterampilan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang yang merupakan hasil berlatih secara berulang-ulang untuk melakukan suatu pekerjaan. Selanjutnya, membaca adalah suatu proses atau kegiatan memahami pola- pola bahasa dari gambaran tertulisnya atau menangkap bahasa tulis untuk memperoleh pesan yang disampaikan oleh penulis yang dapat dilakukan secara bersuara maupun tidak.  Sementara itu, aksara Jawa merupakan carakan atau huruf yang mempunyai bentuk, tanda grafis, sistem, dan tatanan penulisan yang digunakan untuk bahasa dan sastra Jawa dalam perkembangan pada kalimat-kalimat sederhana berhuruf Jawa yang menggunakan pasangan dan sandhangan yang sudah sering digunakan.

Senin, 09 Agustus 2021

IMPLEMENTASI IBL PADA PEMBELAJARAN IPA

Novi Fatmawati, S. Pd. 

(Guru IPA SMP Negeri 2 Surakarta - Jawa Tengah)

Edisi: Vol.1 No.3 Mei - Agustus 2021

Materi pembelajaran IPA dalam penelitian ini dekat dengan kejadian-kejadian atau permasalahan-permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat. Kemudian peserta didik membangun dan mengembangkan pengetahuannya untuk dapat mencari pemecahan terhadap berbagai permasalahan yang ada, sehingga peserta didik memiliki pengetahuan dalam memahami kehidupan masyarakat. Kegiatan pembelajaran sebelumnya umumnya diwarnai oleh model pembelajaran konvensional yang lebih banyak menekankan pada metode ceramah, sehingga kurang mampu merangsang peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yang digunakan guru selama ini lebih bersifat (teacher centered) dan hanya berlangsung satu arah dari guru ke peserta didik. Hal ini berdampak pada kegiatan pembelajaran yang kurang efektif, sehingga dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Untuk itu perlu diadakan pemilihan terhadap strategi pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran IPA. Salah satu cara yang dapat dilakukan guruadalah dengan menerapkan model pembelajaran baru inkuiri.

Kamis, 29 Juli 2021

TINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA JAWA DENGAN BERMAIN PERAN

Oleh: Hafit Sari Redjeki, S.Pd.
(Guru Bahasa Jawa SMP Negeri 2 Surakarta - Jawa Tengah)

Edisi: Vol.1 No.3 Mei - Agustus 2021

Salah satu materi yang diajarkan pada kegiatan pembelajaran bahasa jawa di SMP adalah teks lisan sesuai dengan unggah-ungguh Jawa. Peserta didik acapkali mengalami kesulitan dalam mempelajarinya, sehingga mengakibatkan mereka ada yang bersikap apriori  dengan tingkatan berbahasa dalam belajar unggah-ungguh. Guru perlu melakukan suatu inovasi dalam kegiatan pembelajaran untuk mengatasi kendala yang dialami peserta didiknya. 

Senin, 05 Juli 2021

Implementasi PBI Pada Pembelajaran IPA

Oleh: Leni Rohaeningsih, S.Pd. 

(Guru SMP Negeri 19 Surakarta - Jawa Tengah

Edisi: Vol.1 No.3 Mei - Agustus 2021

Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya hasil belajar peserta didik adalah kurang tepatnya model pembelajaran yang diterapkan oleh guru dalam menyampaikan materi di kelas. Model pembelajaran yang digunakan selama ini adalah metode ceramah, sehingga para peserta didik hanya diam mendengarkan ceramah dari guru dan mencatat materi yang disampaikan guru. Metode ini memandang peserta didik sebagai kelompok peserta didik didik yang mempunyai kesamaan baik dalam hal kemampuan, minat, kreativitas, kecepatan maupun kesanggupan dalam belajar. Dalam metode ceramah bervariasi guru memegang peranan dominan, pengajaran masih ditekankan pada penghafalan konsep-konsep yang ada sehingga dalam proses pembelajarannya peserta didik menjadi kurang kreatif. Kadang-kadang guru beranggapan bahwa jika para peserta didik duduk diam sambil mendengarkan atau mengangguk-anggukkan kepalanya, berarti mereka telah mengerti apa yang telah diterangkan oleh guru. Hal tersebut berakibat pada kurang maksimalnya perolehan hasil belajar peserta didik yang ditunjukkan dengan rendahnya prestasi belajar peserta didik di kelas pada saat diadakan evaluasi.

Senin, 26 April 2021

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS PIDATO PERSUASIF DENGAN THINK TALK WRITE (TTW)


Edisi: Vol.1 No.2 Jan-Apr 2021

Oleh : Ch.Agustiwati Putri, S.Pd.

(Guru Mapel Bahasa Indonesia SMP Negeri 2 Banyudono Boyolali Jawa Tengah)

Dalam pembelajaran di sekolah, pelajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang masih dianggap rumit dan sulit dipahami oleh peserta didik. Oleh karena itu, dalam proses pembelajarannya diperlukan model pembelajaran yang bervariasi. Artinya, dalam penggunaan model pembelajaran tidak harus sama untuk semua pokok bahasan. Sebab dapat terjadi suatu model pembelajaran tertentu cocok untuk satu pokok bahasan tetapi tidak cocok untuk pokok bahasan yang lain.

Ada berbagai macam model pembelajaran yang dapat digunakan dalam kegiatan belajar mengajar bahasa Indonesia. Masing-masing memiliki karakteristik dan cara yang berbeda-beda dalam penyampaiannya sehingga memungkinkan adanya perbedaan pada hasil belajar Indonesia siswa, baik meliputi aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Perbedaan itu terjadi karena adanya perbedaan cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan oleh pendidik.

Senin, 29 Maret 2021

TINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA DENGAN INDEX CARD MATCH

Edisi: Vol.1 No.2 Jan-Apr 2021

Oleh Nuniek Herawati, S.Pd.

(Guru Matematika SMP Negeri 2 Banyudono Boyolali - Jawa Tengah)


Proses pembelajaran yang terjadi, melibatkan aktivitas peserta didik dan guru. Proses pembelajaran akan bermakna, apabila peserta didik terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Aktivitas yang ditunjukkan peserta didik akan menentukan kualitas pembelajaran. Dengan demikian, pembelajaran dapat memberikan hasil yang optimal, apabila peserta didik mempunyai aktivitas yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran, sedangkan guru bertindak sebagai fasilitator. Jadi pembelajaran yang efektif didominasi oleh aktivitas peserta didik. Menurut Piaget perkembangan kognitif sebagian besar ditentukan oleh manipulasi dan interaktif aktif anak dengan lingkungan. Aktivitas diperlukan dalam belajar karena pada prinsipnya belajar adalah berbuat dan bertingkah laku, jadi belajar adalah melakukan kegiatan. Tidak ada belajar apabila tidak ada aktivitas. Oleh sebab itu aktivitas merupakan prinsip atau asas yang sangat penting dalam interaksi belajar mengajar. 

Selasa, 09 Maret 2021

TINGKATKAN INTERAKSI BELAJAR DI ERA PANDEMI DENGAN JAMBOARD

Edisi: Vol.1 No.2 Jan-Apr 2021

Oleh: Drs. Haryanto Dwi Cahyo

(Guru IPA SMP Negeri 2 Ngemplak Boyolali - Jawa Tengah)


Baru-baru ini berkembang istilah pendidikan abad 21, diharapkan pendidikan setidaknya dapat membekali empat keterampilan yang harus dimiliki oleh generasi abad ini, yaitu: ways of thingking (kemampuan berfikir), ways of working (kemampuan bekerja), tools for working (kemampuan menguasai alat kerja) dan skills for living in the word (kemampuan besosialisasi dalam kehidupan),  yang kemudian dalam dunia pendidikan penerapannya diurai dalam istilah 4C yaitu Problem solving (kecakapan dalam menyelesaikan masalah), Critical thinking (mampu berpikir kritis), Collaborating (mampu bekerja sama dengan tim) dan Communicating (mampu berkomunikasi dangan baik).

Selasa, 02 Maret 2021

IMPLEMENTASI ROLE PLAYING DALAM PEMBELAJARAN IPS

Edisi: Vol.1 No.2 Jan-Apr 2021

Oleh: Sri Sulastri, S.Pd.

(Guru IPS SMP Negeri 2 Ngemplak Boyolali - Jawa Tengah)


Peran penting guru dalam mengelola kelas yang diasuhnya. adalah menciptakan kelas menjadikan sebuah tempat belajar yang kondusif, berkesan dan menyenangkan, sehingga siswa benar-benar memperoleh materi pelajaran dan dapat mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya secara maksimal. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat, bersifat dinamis sesuai dengan materi pelajaran dan selaras perkembangan sains dan teknologi serta memahami karakteristik siswa mutlak dilakukan. Agar dalam proses belajarnya siswa merasa “fun”, tidak merasa terbebani dan dapat menguasai kompetensinya. Siswa tidak hanya dijadikan obyek pendidikan, akan tetapi lebih dari itu yaitu menjadi subyek yang aktif untuk mengembangkan kreatifitas dan kemampuannya (skill) dalam proses pembelajaran di kelas.

Senin, 08 Februari 2021

TINGKATKAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA DENGAN TEGAMEN DIK

Edisi: Vol.1 No.2 Jan-Apr 2021

Oleh: Sidik Waluyo, S.Pd.

(Guru Matematika SMP Negeri 2 Klego Boyolali Jawa Tengah)

Dari pengamatan pada kegiatan pembelajaran di kelas, mata pelajaran matematika dianggap sebagian besar peserta didik sebagai momok yang sulit dipahami materinya. Akibatnya mereka terlihat kurang aktif dan bersikap apriori ketika mengikuti kegiatan pembelajaran matematika. Untuk menghilangkan sikap apriori sekaligus menumbuhkan kreativitas belajar peserta didik, guru dapat menerapkan model pembelajaran Teams Games Tournaments. Aktivitas pembelajaran model ini sebenarnya merupakan pengembangan dari model pembelajaran STAD. Tujuan utamanya adalah kerjasama antar sesama anggota kelompok dalam satu tim sebagai persiapan menghadapi turnamen yang dipersiapkan antar kelompok dengan pola permainan yang dirancang oleh guru. Dalam turnamen itu siswa bertanding mewakili timnya dengan anggota tim lain yang yang setara dalam kinerja akademik mereka yang lalu.

Jumat, 05 Februari 2021

IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAVI PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS SMP

Edisi: Vol.1 No.2 Jan-Apr 2021

Oleh: Harmiyatun, S.Pd.

(Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 2 Banyudono Boyolali Jawa Tengah)

Keberhasilan proses belajar mengajar dalam mencapai tujuan pengajaran dapat dilihat dari prestasi belajar siswa. Ada banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan ini, di antaranya adalah metode, pendekatan dan model pembelajaran. Pendekatan pembelajaran cukup besar pengaruhnya terhadap keberhasilan guru dalam mengajar. Pemilihan pendekatan pembelajaran yang kurang sesuai dengan karakteristik materi pelajaran dan siswa justru dapat menghambat tercapainya tujuan pembelajaran.

Kamis, 28 Januari 2021

BELAJAR MATEMATIKA DENGAN STUDENT TEAM HEROIC LEADERSHIP

Edisi: Vol.1 No.2 Jan-Apr 2021

Oleh: Nur Rohmah, S.Pd.
(Guru Matematika SMP Negeri 2 Banyudono Boyolali Jawa Tengah)

Dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa yang kreatif, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi sangat diperlukan penguasaan matematika sejak dini. Oleh karena itu, tingkat penguasaan matematika dapat dijadikan sebagai tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Depdiknas tahun 2006 menyatakan bahwa penyelenggaraan pembelajaran matematika tidaklah mudah, karena fakta menunjukkan para peserta didik mengalami kesulitan dalam mempelajari matematika. Selain itu, bukan menjadi rahasia lagi bila banyak peserta didik tidak menyukai matematika karena adanya pandangan  dari orang tua,  guru, atau orang-orang sekitarnya yang sering mengatakan bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit. Kesulitan peserta didik dalam mempelajari matematika juga disebabkan oleh sifatnya yang abstrak dan membutuhkan kemampuan berpikir logis serta terurut. Berdasarkan beberapa alasan tersebutlah, tidak mengejutkan bila sebagian besar peserta didik tidak cukup tertarik dan yakin mampu mempelajari matematika dengan baik.

Senin, 25 Januari 2021

IMPLEMENTASI QUANTUM LEARNING PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Edisi: Vol.1 No.2 Jan-Apr 2021

Oleh: Tulus Raharjo, S. Pd.
(Guru Matematika SMP Negeri 2 Banyudono Boyolali Jawa Tengah)

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap sulit oleh sebagian peserta didik. Rendahnya hasil belajar matematika sering menjadi masalah bagi peserta didik, sehingga guru dan orang tua harus berupaya untuk memecahkan masalah tersebut. Masih banyak guru dalam proses pembelajarannya  menggunakan metode ceramah artinya peserta didik pasif, kegiatan belajar mengajar didominasi guru (teacher centered). Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran matematika diperlukan suatu metode mengajar yang bervariasi. Mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada peserta didik untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama. Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika sejak dini.

Featured Post

Refleksi Pembelajaran Matematika Realistik dengan Geogebra dalam Pembelajaran Fungsi Eksponensial di SMAN 1 Boyolali

Edisi: Vol. 5 No. 1 September - Desember 2024 Penulis : Windi  Hastuti, S.Pd (Guru Matematika SMAN 1 Boyolali - Jawa Tengah) Keprihatinan sa...