Tampilkan postingan dengan label IPA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Desember 2023

Pembelajaran berdeferensiasi pada mata pelajaran IPA untuk Gen-Z kategori SMP

Oleh: Berti Ernawati
(Guru IPA di SMPN 2 Baki Kab. Sukoharjo- Jawa Tengah)

Edisi: Vol. 4 No. 1 September - Desember 2023

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pendekatan yang memperhatikan perbedaan individual dalam proses belajar. Dalam konteks mata pelajaran IPA di SMP, penerapan pembelajaran berdiferensiasi dapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa. Anak SMP saat ini termasuk dalam generasi Z (Gen Z). Generasi ini memiliki karakteristik yang unik dan berbeda dari generasi pendahulunya. Mereka adalah generasi digital native yang sangat kreatif dan inovatif memanfaatkan teknologi digital. Dalam bekerja mereka mampu multitasking yaitu kemampuan dalam melakukan beberapa pekerjaan sekaligus. Sangat terbuka dengan sesuatu yang baru, menghargai kemandirian dan kebebasan serta memiliki ambisi untuk sukses. Dengan keinginantahuannya yang diakselerasikan melalui perangkat digital menjadikan mereka memiliki kepedulian sosial secara global.

Jumat, 23 September 2022

TINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR IPA DENGAN PJBL

Edisi: Vol. 3 No. 1 September - Desember 2022

Oleh: Sri Subiyanti, S.Pd.
(Guru IPA SMPN2 Banyudono Boyolali - Jawa Tengah)

Salah satu dimensi Profil Pelajar Pancasila adalah kreatif. Dimensi ini memuat visi bahwa pelajar Indonesia yang kreatif bisa memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak. Elemen kunci dalam Dimensi Kreatif ada tiga, yaitu menghasilkan gagasan orisinal, menghasilkan karya dan tindakan orisinal, memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi.  Kreativitas adalah kemampuan yang dimiliki oleh individu yang menandai adanya kemampuan untuk menciptakan komposisi atau gagasan apa saja yang sama sekali belum diketahui sebelumnya menjadi suatu komposisi atau gagasan baru yang dilakukan melalui interaksi dengan lingkungannya untuk menghadapi permasalahan dan mencari alternatif pemecahannya melalui cara-cara berfikir konvergen dan divergen.

Senin, 22 November 2021

TINGKATKAN CRITICAL THINKING DENGAN PROBLEM BASED LEARNING

Oleh: Novi Fatmawati, S. Pd.
(Guru IPA SMP Negeri 2 Surakarta - Jawa Tengah)

Edisi: Vol.2 No.1 September - Desember 2021

Pembelajaran yang berkualitas adalah pembelajaran yang melibatkan seluruh komponen utama proses belajar mengajar, yaitu guru, siswa dan interaksi antara keduanya, serta ditunjang oleh berbagai unsur-unsur pembelajaran, meliputi tujuan pembelajaran, pemilihan materi pelajaran, sarana prasarana yang menunjang, situasi atau kondisi belajar yang kondusif dan lingkungan belajar yang mendukung KBM. Motivasi belajar dapat dioptimalkan melalui peningkatan kualitas pembelajaran. Permasalahan yang terjadi adalah selama ini guru kesulitan menciptakan pembelajaran yang berkualitas, salah satunya pada pembelajaran IPA. Berbagai upaya dilakukan guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran mata pelajaran ini. Rendahnya motivasi belajar siswa disebabkan karena penerapan model pembelajaran konvensional dan penggunaan media belajar yang terbatas.

Senin, 09 Agustus 2021

IMPLEMENTASI IBL PADA PEMBELAJARAN IPA

Novi Fatmawati, S. Pd. 

(Guru IPA SMP Negeri 2 Surakarta - Jawa Tengah)

Edisi: Vol.1 No.3 Mei - Agustus 2021

Materi pembelajaran IPA dalam penelitian ini dekat dengan kejadian-kejadian atau permasalahan-permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat. Kemudian peserta didik membangun dan mengembangkan pengetahuannya untuk dapat mencari pemecahan terhadap berbagai permasalahan yang ada, sehingga peserta didik memiliki pengetahuan dalam memahami kehidupan masyarakat. Kegiatan pembelajaran sebelumnya umumnya diwarnai oleh model pembelajaran konvensional yang lebih banyak menekankan pada metode ceramah, sehingga kurang mampu merangsang peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. Pembelajaran yang digunakan guru selama ini lebih bersifat (teacher centered) dan hanya berlangsung satu arah dari guru ke peserta didik. Hal ini berdampak pada kegiatan pembelajaran yang kurang efektif, sehingga dapat mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Untuk itu perlu diadakan pemilihan terhadap strategi pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran IPA. Salah satu cara yang dapat dilakukan guruadalah dengan menerapkan model pembelajaran baru inkuiri.

Senin, 05 Juli 2021

Implementasi PBI Pada Pembelajaran IPA

Oleh: Leni Rohaeningsih, S.Pd. 

(Guru SMP Negeri 19 Surakarta - Jawa Tengah

Edisi: Vol.1 No.3 Mei - Agustus 2021

Salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya hasil belajar peserta didik adalah kurang tepatnya model pembelajaran yang diterapkan oleh guru dalam menyampaikan materi di kelas. Model pembelajaran yang digunakan selama ini adalah metode ceramah, sehingga para peserta didik hanya diam mendengarkan ceramah dari guru dan mencatat materi yang disampaikan guru. Metode ini memandang peserta didik sebagai kelompok peserta didik didik yang mempunyai kesamaan baik dalam hal kemampuan, minat, kreativitas, kecepatan maupun kesanggupan dalam belajar. Dalam metode ceramah bervariasi guru memegang peranan dominan, pengajaran masih ditekankan pada penghafalan konsep-konsep yang ada sehingga dalam proses pembelajarannya peserta didik menjadi kurang kreatif. Kadang-kadang guru beranggapan bahwa jika para peserta didik duduk diam sambil mendengarkan atau mengangguk-anggukkan kepalanya, berarti mereka telah mengerti apa yang telah diterangkan oleh guru. Hal tersebut berakibat pada kurang maksimalnya perolehan hasil belajar peserta didik yang ditunjukkan dengan rendahnya prestasi belajar peserta didik di kelas pada saat diadakan evaluasi.

Featured Post

Refleksi Pembelajaran Matematika Realistik dengan Geogebra dalam Pembelajaran Fungsi Eksponensial di SMAN 1 Boyolali

Edisi: Vol. 5 No. 1 September - Desember 2024 Penulis : Windi  Hastuti, S.Pd (Guru Matematika SMAN 1 Boyolali - Jawa Tengah) Keprihatinan sa...