Salah satu tujuan pembelajaran pada kurikulum merdeka sekarang ini adalah mencetak profil pelajar Pancasila. Siswa selain dituntut aktif dalam pembelajaran, berkompetensi dalam bidang pengetahuan dan keterampilan, juga diharapkan mempunyai sikap/karakter yang positif. Sebagai guru yang bijak, kita dapat menumbuhkan karakter yang positif dalam proses pembelajaran, misalnya memberi motivasi dan sugesti positif kepada siswa. Sebagai contoh dengan memberi kata-kata pujian yang membesarkan hati siswa, menghindari pemberian cap negatif kepada siswa, dan memberi ilustrasi/contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, misalnya tentang orang pintar yang kalah dengan orang “Bejo”.
Senin, 11 September 2023
Orang “Bejo” Menurut Pandangan Sosiologi dan Penerapannya dalam Pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMAN 8 Surakarta
Selasa, 30 November 2021
MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) MENUMBUHKAN RASA KEPEDULIAN PESERTA DIDIK DAN KECAKAPAN MEMECAHKAN MASALAH
Di masa sekarang ini, mencari anak atau peserta didik yang memiliki rasa peduli terhadap lingkungan sekitar sangatlah sulit. Anak-anak sudah mulai terpengaruh oleh smatphone dan media sosial sehingga anak-anak menjadi anak yang individualis dan tidak peduli kepada orang lain serta lingkungan sekitar. Di satu sisi kurikulum pendidikan menuntut tumbuhnya karakter yang baik pada peserta didik. Guru tidak hanya mencerdaskan saja tetapi juga harus mencetak karakter yang positif. Dalam kurikulum 2013 pencapaian karakter dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan pembelajaran saintifik. Dalam pendekatan saintifik dikenal beberapa model pembelajaran di antaranya inquiri learning, discovery learning (DL), problem based learning (PBL) dan project based learning (PjBL). Di antara beberapa model tersebut, yang paling tepat digunakan untuk membentuk karakter anak agar memiliki rasa kepedulian kepada orang lain, mampu bersosialisasi dengan baik, responsif terhadap lingkungan, berfikir kritis serta cakap memecahan masalah maka model yang paling tepat adalah model PBL. Model PBL dirancang agar peserta didik mendapat pengetahuan penting, yang membuat mereka mahir dalam memecahkan masalah, dan memiliki kecakapan berpartisipasi di dalam tim.
Senin, 15 November 2021
METODE COURSE REVIEW HORAY SEBAGAI UPAYA MENINGKATKANN KUALITAS PROSES DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN SOSIOLOGI
Edisi: Vol.2 No.1 September - Desember 2021
Dalam pengembangan pembelajaran Sosiologi banyak siswa yang kurang menyerap pelajaran yang diberikan, hal ini disebabkan kurangnya minat belajar siswa. Hal ini terjadi salah satu sebabnya karena guru hanya mengacu pada satu model pembelajaran saja, atau hanya diskusi biasa saja tanpa mengacu pada pemahaman maupun keterampilan siswa yang seharusnya dilatih, sehingga siswa merasa bosan dan tidak merasa dilibatkan secara aktif sehingga akhirnya siswa tidak memahami materi yang diajarkan guru.
Kamis, 21 Oktober 2021
KELUARGA SEBAGAI SARANA EDUKASI DAN SOSIALISASI DI TENGAH GLOBALISASI PADA MASA PANDEMI
Featured Post
Refleksi Pembelajaran Matematika Realistik dengan Geogebra dalam Pembelajaran Fungsi Eksponensial di SMAN 1 Boyolali
Edisi: Vol. 5 No. 1 September - Desember 2024 Penulis : Windi Hastuti, S.Pd (Guru Matematika SMAN 1 Boyolali - Jawa Tengah) Keprihatinan sa...
-
Edisi: Vol.1 No.2 Jan-Apr 2021 Penulis: DONY ARI WIBOWO, S.Pd Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) SMK Negeri 8 Surakarta -...
-
Oleh: YUNITA DWI ASTUTI (Guru Sejarah SMAN 2 Wonogiri - Jawa Tengah) Edisi: Vol. 3 No. 2 Januari - April 2023 Perjalanan kereta api dari ...
-
AMBAR WAHYUNINGSIH, S.PD NIP. 19711016 200112 2 001 (Guru Sejarah SMAN 2 Wonogiri - Jawa Tengah) Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasio...
-
Oleh: DONY ARI WIBOWO, S. Pd. (Guru PPKn SMK Negeri 8 Surakarta Jawa Tengah) Edisi: Vol.2 No.1 September - Desember 2021 Di era sekarang i...
-
SRI TATIK SUPRIHATIN, S. Pd. NIP. 196810162006042006 (Guru Mapel Matematika SMAN 8 Surakarta - Jawa Tengah) Semenjak pandemi co...
