Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 September 2022

MENGANALISIS JENIS PAMERAN KARYA SENI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PBL

Edisi: Vol. 3 No. 1 September - Desember 2022

Oleh: Andean Retno Widiastuti, S. Pd.
(Guru Seni Rupa SMKN 3 Surakarta - Jawa Tengah)

Guru merupakan faktor utama penentu keberhasilan dalam proses pembelajaran. Guru harus aktif, kreatif, dan inovatif menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan dapat meningkatkan minat peserta didik. Guru harus mempersiapkan pembelajaran dengan maksimal sehingga hasil belajar peserta didik pun meningkat. Akan tetapi, guru pasti akan menemukan kendala pada proses pembelajaran. Kendala yang dihadapi guru pun akan menjadi tantangan guru mencari solusi yang relevan dengan pembelajaran. Oleh karena itu, guru harus mampu melakukan pementaan karekteristik peserta didik sebelum memulai pembelajaran. Dengan begitu, peserta didik mendapatkan pembelajaran sesuai dengan karakteristik dan minatnya. Pembelajaran berorientasi pada peserta didik pun akan tercapai. 

Senin, 15 Agustus 2022

BELAJAR ASYIK SENI TARI TRADISI MELALUI PBL BERBASIS TEKHNOLOGI

Oleh: Iik Suryani, S.Sn
(Guru Seni Tari SMKN 3 Surakarta - Jawa Tengah)

Edisi: Vol. 2 No. 3 Mei - Agustus 2022

Guru sering sekali dihadapkan dengan permasalahan dalam pembelajaran. Banyak faktor penyebab permasalahan ini, seperti faktor internal dan eksternal. Misalnya, kendala persiapan administrasi mengajar, kesiapan guru, siswa, dan fasilitas sarana dan prasarana pendukung kegiatan mengajar di kelas. Permasalahan ini akan menjadi hambatan sekaligus tantangan guru. Permasalahan ini tentunya akan berdampak pada pembelajaran kurang efektif dan maksimal. Sebagai guru, tidak hanya sebatas mentransfer ilmu pengetahuan saja kepada siswa. Akan tetapi, perlu adanya perencanaan sehingga permasalahan ini menjadi sebuah tantangan guru mengeksplorasi diri untuk meningkatkan minat dan bakat siswa.

Kamis, 28 Oktober 2021

Berkreasi Seni Budaya untuk Siswa SMA di Kala Pandemi Covid-19

Oleh. Tri Mulato
(Guru Seni Budaya di SMAN 8 Surakarta - Jawa Tengah)

Edisi: Vol.2 No.1 September - Desember 2021

Pandemi Covid-19 mempengaruhi semua sektor kehidupan yang memaksa masyarakat untuk beradaptasi  Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah dalam rangka menjalankan fungsinya. Sekolah terpaksa menghentikan kegiatan belajar tatap muka di kelas untuk sementara. (Sulistio 2021). Hal ini menyebabkan proses belajar mengajar dilakukan di rumah. Ini dilakukan agar dapat meminimalisir kontak secara langsung sehingga dapat memutuskan rantai penyebaran virus dan menjaga keamanan dan keselamatan peserta didik dan tenaga kependidikan.  Untuk mengisi kegiatan belajar mengajar, maka pemerintah mengambil tindakan dengan melakukan pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan sistem dalam jaringan atau yang lebih dikenal dengan daring, baik menggunakan laptop, PC ataupun smartphone. (Khair and Putra 2021). Proses pendidikan daring ini adalah transformasi pendidikan tatap muka ke dalam bentuk digital yang tentunya memiliki peluang dan tantangan yang sangat berat. (Al Hakim 2021), Banyak kendala yang dihadapi termasuk dalam pembelajaran Seni Budaya.

Senin, 03 Mei 2021

Evaluasi Pembelajaran Seni dan Budaya di Masa Pandemi Covid-19

Oleh: Trimulato, S. Pd.

(Guru Seni Budaya di SMAN 8 Surakarta - Jawa Tengah)

Edisi: Vol.1 No.3 Mei - Agustus 2021

Penutupan sementara lsekolah sebagai upaya menahan penyebaran pendemi Covid-19 di seluruh dunia berdampak pada jutaan pelajar, tidak kecuali di Indonesia. Gangguan dalam proses belajar langsung antara siswa dan guru dan pembatalan penilaian belajar berdampak pada psikologis anak didik dan menurunnya kualitas keterampilan murid. Beban itu merupakan tanggung jawab semua elemen pendidikan khususnya negara dalam memfasilitasi kelangsungan sekolah bagi semua steakholders pendidikan guna melakukan pembelajaran jarak jauh. Bagaimana mestinya Indonesia merencanakan, mempersiapkan, dan mengatasi pemulihan Covid 19, untuk menekan kerugian dunia pendidikan di masa mendatang. (Syah 2020). Proses pembelajaran selama pandemic berubah yaitu dengan menggunakan jaringan jarak jauh. Hal ini memberikan dampak pada guru karena kurang maksimal dalam memberikan materi pembelajaran dan terganggunya proses pembelajaran yang menyebabkan tidak tercapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Sehingga menjadikan materi tidak tuntas dan penggunaan media pembelajaran dalam pembelajaran daring tidak maksimal. Penilaian siswa pun terkendala dengan sekedar penilaian kognitif. (Sari et al 2021). 

Featured Post

Refleksi Pembelajaran Matematika Realistik dengan Geogebra dalam Pembelajaran Fungsi Eksponensial di SMAN 1 Boyolali

Edisi: Vol. 5 No. 1 September - Desember 2024 Penulis : Windi  Hastuti, S.Pd (Guru Matematika SMAN 1 Boyolali - Jawa Tengah) Keprihatinan sa...